Fenomena panggilan telepon hening atau yang dikenal sebagai call hening kini semakin sering terjadi di tengah masyarakat.
Banyak pengguna ponsel mengaku menerima panggilan dari nomor tidak dikenal, namun ketika diangkat tidak terdengar suara apa pun. Kondisi ini sekilas tampak sepele, tetapi para ahli memperingatkan bahwa pola tersebut dapat menjadi awal dari upaya penipuan digital yang lebih serius. Simak selengkapnya hanya di Transformasi Digital dan AI.
Modus Call Hening Yang Semakin Canggih
Call hening merupakan bentuk panggilan tanpa suara atau hanya berlangsung beberapa detik sebelum terputus. Meskipun terlihat sederhana, metode ini memiliki tujuan yang cukup berbahaya dalam dunia kejahatan digital modern. Pelaku biasanya menggunakan sistem otomatis untuk melakukan panggilan massal ke ribuan nomor sekaligus.
Ketika korban mengangkat telepon, sistem akan mencatat bahwa nomor tersebut aktif. Informasi ini sangat berharga bagi pelaku kejahatan karena dapat digunakan untuk tahap penipuan berikutnya. Nomor aktif biasanya akan menjadi target utama untuk berbagai skema penipuan lanjutan.
Dalam beberapa kasus, korban yang merasa penasaran justru melakukan panggilan balik. Di sinilah risiko semakin besar karena korban bisa diarahkan ke nomor premium berbayar atau masuk ke skema penipuan yang lebih kompleks seperti pengambilan data pribadi secara ilegal.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
đŸ”¥ Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
đŸ“² DOWNLOAD SEKARANG
Peringatan Pakar IPB Dan Dampak yang Ditimbulkan
Dosen Ilmu Komputer IPB University menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh meremehkan panggilan seperti ini. Menurutnya, tindakan terbaik adalah tidak mengangkat nomor yang tidak dikenal, apalagi melakukan panggilan balik. Hal tersebut justru membuka peluang bagi pelaku untuk melanjutkan aksinya.
Ia menjelaskan bahwa call hening sering menjadi tahap awal dari social engineering, yaitu teknik manipulasi psikologis untuk memancing korban memberikan informasi pribadi. Setelah berhasil mendapatkan perhatian korban, pelaku dapat melanjutkan ke tahap berikutnya yang jauh lebih berbahaya.
Dampaknya tidak hanya sebatas gangguan komunikasi, tetapi juga bisa berujung pada pencurian data pribadi. Informasi seperti kode OTP, identitas diri, hingga data perbankan dapat disalahgunakan jika korban tidak berhati-hati dalam merespons panggilan mencurigakan.
Baca Juga:Â Alarm Bahaya! Kecanggihan Kacamata Pintar Meta Berubah Jadi Alat Kejahatan
Cara Kerja Penipuan Dan Target Korban
Modus penipuan ini biasanya berjalan secara sistematis dengan memanfaatkan teknologi otomatis. Ribuan nomor ditelepon dalam waktu singkat, kemudian sistem akan menyaring nomor mana saja yang aktif dan responsif. Nomor yang aktif akan dimasukkan ke dalam daftar target lanjutan.
Setelah itu, pelaku dapat menghubungi kembali korban dengan berbagai skenario. Ada yang mengaku sebagai pihak bank, layanan pemerintah, atau bahkan perusahaan resmi. Tujuannya tetap sama, yaitu memperoleh data pribadi korban atau mengarahkan korban untuk melakukan tindakan tertentu.
Kelompok yang paling rentan biasanya adalah pengguna yang belum memahami risiko digital, termasuk orang tua dan anak-anak. Karena itu, edukasi mengenai keamanan digital menjadi sangat penting untuk mencegah semakin banyak korban yang terjebak dalam modus seperti ini.
Langkah Pencegahan Dan Kesadaran Masyarakat
Untuk menghindari risiko call hening, masyarakat disarankan untuk mengaktifkan fitur keamanan pada ponsel seperti pemblokiran nomor tidak dikenal. Banyak perangkat modern sudah menyediakan fitur untuk menonaktifkan panggilan dari nomor asing secara otomatis.
Selain itu, aplikasi pendeteksi spam juga dapat membantu mengidentifikasi nomor yang mencurigakan. Dengan bantuan teknologi tersebut, pengguna dapat lebih mudah menyaring panggilan yang masuk sebelum memutuskan untuk menjawabnya.
Edukasi juga menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman ini. Semakin banyak masyarakat yang memahami cara kerja penipuan digital, semakin kecil peluang pelaku untuk berhasil menjalankan aksinya. Kesadaran kolektif menjadi benteng utama dalam menjaga keamanan ruang digital.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari TirtoID
- Gambar Kedua dari nusantara.media